Tak Semanis Madu
Bagian 1
Ini adalah kisah cinta di masa lampau... cinta yang tak sempat terucapkan padanya...
"Meira jangan menangis, kamu harus semangat nak! "
"Meira, sudahlah...kamu tidak boleh putus asa, kamu harus semangat nak, ini namanya ujian nak, sudahlah! "
kata-kata ibu yang selalu memberiku semangat. Bagaimana tidak bersedih? aku telah gagal masuk sekolah Negeri yang aku idolakan. Aku kecewa dengan nilaiku yang diluar dugaan. Dewi fortuna tak berpihak padaku. Andre temanku yang memiliki kemampuan jauh dibandingkan aku, nilainya sangat memuaskan! Aku bener-benar tidak terima dengan kenyataan itu!
***
Hari ini Ayahku mengantarkan aku untuk bersekolah disalah satu SMA swasta di Kotaku. Aku terpaksa harus bersekolah di sini daripada aku di berhentikan sekolah oleh orang tuaku.
hhhm... benar-benar tidak menyenangkan!
----------
"hay... kenalin, aku Prita, kamu siapa? " gadis berparasa cantik tapi sederhana menghampiriku dan menyodorkan tangan padaku.
"oh iya, aku Meira"
ternyata masih ada orang yang baik seperti Prita yang mau menjadi sahabatku.
"Besok kita mulai MOS ya? pokoknya kita harus semangat ya, Meira"
"Hah... gimana mau semangat, sekolah disini aja aku terpaksa, tapi tak ada pilihan lain"
"Halah.. ini mah biasa, nanti aku yakin kamu bakalan seneng sekolah di sini! "
***
Hari pertama MOS....
Aku bener-bener tidak menikmati hari itu. sungguh membosankan bagiku. Selama MOS berlangsung pikiranku melayang-layang. Aku berpikir bagaimana jika nanti teman-temanku tau aku sekolah di sini, mekera pasti akan menertawakanku. Aku terbilang pintar di kelas namun dikalahkan oleh Andre Temanku yang bodoh!
Bagaimapun Prita menghiburkan aku tetap saja aku merasakan bosan.
Gubrak....
Tiba-tiba seorang lelaki jatuh di hadapanku, tapi itu tak sedikit pun mengalihkan lamunanku!
"Bantuin gue gong!! eeh lu kok diem doang!" tiba-tiba dia menarik tanganku
"ehh sombong sekali kamu"
"kenalin dong namaku Surya Pratama Harizmawan, cukup panggil aku Surya"
siapa yang tidak kesel, setelah dia mengatakan aku sombong tiba-tiba minta kenalan.
"Meira, kamu kenapa sih? itu lo kasian tangan orang kamu diemin dari tadi"
"eh iya...maaf, aku mau ke kantin dulu deh. ayo Prita, ikut aku! "
"kamu itu gimana sih, ada cowok seganteng Surya kamu cuekin? ya Tuhan... please dehh Meira! "
"Apaan sih...cowok sok kenal sok dekat gitu kamu puji-puji"
***
Hari kedua MOS...
Aku harus kembali bertemu dengan Surya cowok ngeselin dan SKSD. Emang sih kalau masalah tampang, Surya ini gak jelek-jelek amat, penampilannya keren. Tapi sangat menyebalkan.
"Meira, selamat pagi, kamu cantik banget deh hari ini"
"Apaan sih, pengen aku tabok aja, tau rasa lu"
"Halaahh... jangan begitu Meira, apa salahnya sih aku tu jadi temenmu? "
tiba-tiba seorang lelaki lewat di depanku, dia menatapku tajam, hatiku berdebar, rasanya jantung ini mau copot! semakin mendekat... dan semakin mendekat, aku pikir dia akan menghampiriku, tapi ternyata dia memanggil Surya yang ngeselin.
"Dari tadi lu gua cariin, ternyta lo di sini, ngapain lo di sini, acara udah mau mulai tuh! "
"eh Don, kenalin nih temen baru gue, Meira"
Jantungku semakin berdebar kencang, tangannya begitu halus dan suaranya begitu lembut dengan mengatakan Doni Diputra. Aku gugup, tak pernah aku merasakan hal seperti ini sebulumnya, mungkin ini yang namanya cinta pada pandangan pertama.
***
Hari ketiga MOS...
"Meira, kamu tumben semangat banget hari ini ke sekolah? waahh.. ada apaan ini?"
"Kan kamu bilang aku harus semangat sekolah, kamu ini gimana sih, diem salah, trus udah berubah juga salah"
"iyaa deh iya... yuk cepetan, acara udah mau mulai"
-----------
Mataku melihat sekeliling, berharap hari ini aku bertemu Doni.
"Meira, aku boleh duduk di sini? " aku mendengar suara itu, dan sumpaaah... aku tidak bisa berkata apa-apa, mulutku terasa terkunci.
"ehh.. hhmm iii...iiya.. boo.. booo.. boleh"
"Santai dong Meira, jangan gugup gitu ah"
"iya Don"
"Kok kamu sendirian aja, temenmu mana? "
"Prita? oh tadi sih dia sama aku, gak tau deh dia kemana, mungkin lagi sibuk tuh tebar pesona sama yang lain"
"Ya udah biar aku yang temenin kamu di sini"
---------
"Yaelah Meira, kamu berduaan aja sama Doni"
"Kamu kemana aja sih, kebiasaan deh kamu ninggalin aku terus"
"Aahh kamu kayak gak tau aku aja, hehehe"
"Dasar kamu"
"ehh Meira, kantin yuk? aku traktir deh, Prita kamu boleh ikut kok."
"Bener ya kamu traktir aku... kalo gini terus mah aku seneng nih,, ayo ahh buruan! "
***
Hari terahir MOS...
Aku bener-bener semangat untuk ke sekolah, kenapa tidak? Doni adalah alasannya. Hari ini adalah pembagian kelas, dan ternyata kami berempat sekelas. Rasa seneng, bahagia campur aduk jadi satu, karna aku akan selalu bisa deket dengan Doni.
"Meira, aku gak nyangka kita sekelas ya,aku seneng deh"
"Aku sih biasa aja"
sikapku yang selau jutek pada Surya, tapi itu tak membuatnya menyerah untuk selalu berusaha mendekatiku.
"Meira, aku seneng deh bisa sekelas sama kamu, jadi kita makin akrab nih"
"Iya Don, aku juga"
"Semoga hari-hari kita menyenangkan ya"
Hari semakin berlalu, hubunganku dengan Doni, semakin hari semakin dekat. Aku yang selalu baper dengan kata-katanya yang membuat aku melayang-layang.
"Meira, aku seneng deh, ternyata aku bisa mengenal gadis secantik kamu, dan sebaik kamu"
"hhmm.. aku juga, Don. Hari-hariku sangat menyenangkan semenjak aku mengenalmu"
"Aku harap kita bisa selalu bersama ya"
Doni memegang tanganku dan menatapku, sumpah.. ini pertama kalinya aku disentuh oleh seorang lelaki. Aku tak berani menatapnya, aka hanya menunduk, rasa bahagia yang amat mendalam aku rasakan. Hidupku penuh dengan warna, Doni mampu meberikan goresan warna warni dalam hidupku.
*****
"Meira, bengong aja kamu. Doni mana? Tumben gak sama kamu"
"Iidiih kebiasaan ya kamu, pergi sana.. gangguin aja!"
"Meira, aku mau nanya deh sama kamu, kamu suka ya smaa Doni? "
"Apaan sih kamu, kepo deh"
"Lah, bukan kepo aku sebagai temanmu, Surya Pratama peduli sama kamu! eeh Meira, kalo boleh nih aku saranin, mendingan nih kamu jauhin tu Doni!
"Halah... bilang aja kamu gak suka kan liat aku deket Doni kan? "
" Bukan gitu Meira, aku tuh... ahh sudahlah, terserah kamu aja, nanti juga kamu sadar kok"
Hmmm...
Doni tiba-tiba sudah di hadapanku! tiba-tiba suasana jadi hening.
"Wooiii... kalian ngapain nih pada diem-dieman begini? "
tiba-tiba Prita datang..
"Eh Surya kamu ngapain gangguin mereka Berdua? udahlah Sur, kasilah mereka berduaan.. lu kayak gak pernha jatuh cinta ajah! "
"Udah aahh.. Ta, temenin gue kantin yuk, gue laper!"
Muka Surya terlihat begitu kesel hari itu, dia meninggalkanku begitu saja dengan Doni.
semenjak kejadian itu, dia tidak pernah menggangguku lagi. Terkadang aku merasa kangen dengan ocehan dan kekonyolannya. Sudah begitu lama ia tak pernah mengangguku. Sikap Surya mulai berubah kepadaku, rasanya aneh saja, dulu yang begitu sering mengejekku, menggangguku dan kini tak ada lagi, anehh...
****
Hari-hari semakin berlalu, hingga akhirnya aku tau bahwa Doni tidak mencintaiku. Dia hanya menganggapku hanya sebagai sahabat dekat, tidak lebih. Doni ternyata telah memiliki seorang kekasih.
"Doni...." panggilku dengan nada sedikit kecewa
"Ehh Meira, kamu ngapain disini? ohh iya kenalin, ini pacar aku, Sintia."
"Halo, aku Sintia pacarnya Doni"
"Aku Meira, temen Doni, dan ini temenku Prita"
" Ya udah deh Don aku ke sana dulu"
Hatiku bener-bener hancur. Ternyata selama ini cintaku bertepuk sebelah tangan. Untuk apa selama ini dia mendekatiku kalau hanya untuk menyakiti hatiku?
Prita sahabatku yang paling mengerti keadaanku berusaha untuk menenangkanku saat itu.
"Meira udahlah, jangan menangis, ini bukan untuk ditangisi, lo harusnya bersyukur, lo jadi tau sekarang bahwa Doni bukanlah orang yang tepat buat lo, masih banyak orang yang akan peduli sama kamu."
"Ta, gimana aku gak sedih, rasanya separuh jiwaku hilang, warna yang begitu indah tiba berubah jadi abu-abu... sakit rasanya tau gak sih!!!"
semenjak kejadian itu, aku mulai manjauhi Doni, dan hal ini membuat Doni jadi bingung dengan sikapku.
"Hey... kamu kenapa jauhin aku? "
"Kamu jahat, kenapa kamu tidak pernah bilang padaku kalo kamu udah punya pacar? kamu jahaat Don, kamu jaahaat!!!! "
"Meira, maafkan aku, jujur aku nyaman denganmu, bukan maksudku bohongin kamu. Aku takut ketika aku jujur aku kehilangan kamu, aku gak mau, Ra. Tapi aku juga gak mau menyakiti hati Sintia, makanya aku lebih baik diam, dan memilih untuk menyembunyikannya dari kamu"
Aku pergi meninggalkan Doni, dia mengejarku tapi aku mendorongnya dengan keras sehingga dia terjatuh.
Hari-hariku kembali berubah, seperti waktu pertama kali aku masuk sekolah.
"Hey... kok murung? kamu pasti kangen ya sama aku? hahahhaaa.... "
"Apaan sih lo Surya.. gangguin deh,, gue tabok baru tau rasa lo! "
"Eiiit jangan galak-galak gitu dong.. Meira kamu tau gak bedanya kamu sama harimau?? "
"apa? "
"kalo harimau galaknya bisa membunuh orang tapi kalo kamu bisa menusuk hatiku.. hahahahaa"
"Apaan siih, Surya!!!!! "
----
Aku tau kalau surya suka sama aku, aku tau itu dari sahabatku Prita. Tapi aku tidak bisa mencintainya, aku menganggap dia hanya seorang sahabat tidak lebih. Memang selama hubunganku renggang dengan Doni, Suryalah orang yang selalu berusaha membuat aku tersenyum. Dia baik, dia selalu ada untukku, dengan ulahnya yang begitu konyol.
****
Tapi aku belum mencintainya, aku masih menganggap Surya adalah sahabatku. Disaat Surya sudah mulai bisa membuatku bahagia lagi, aku kembali dipertemukan dengan seorang lelaki, yaitu kakak kelasku sendiri. Dia adalah salah satu anggota OSIS yang aku tau selama ini sangat baik. Kak Dinata, pria tinggi dengan perawakan kurus, beda dengan Surya yang sedikit gemuk. Dan aku kini dekat dengan Kak Dinata.
"Dik, tau gak? kakak dari pertama kali lihat kamu, kakak udah suka sama kamu. kamu itu beda dengan cewek lainnya"
"Ciiee kakak ngefans ya sama aku? hahahhaa.. "
"Yaelaah kamu ini ada-ada aja Dik, hahahaha"
Pertemuan Tak Terduga
Bagian 2
Sikap Surya kembali biasa saja ke aku, setelah dia tau aku dekat dengan Kak Dinata. Entah kenapa saat ini aku merindukannya. Hari-hariku terasa sepi ketika clotehan itu tak ada lagi. Apakah aku merindukan Surya???
"Dik, kamu kok bengong? hayooo mikirin apaan?? "
"eehh maaf kak, cuma mikirin tugas doang kok, aku baru inget kalo ada PR yang lupa aku kerjakan"
"Kamu yakin, Dik? "
"Iya kak, aku gak apa-apa kok! "
Hari silih berganti, tapi entah kenapa aku tidak merasakan kenyamanan pada Kak Dinata. Padahal ia selalu berusa membuatku bahagia. Aku tak bisa mencintai Kak Dinata, tapi aku merasa kasian kepadanya karna dia terlalu baik untukku. Aku terpaksa menerima cintanya karena rasa kasian. Di pikiranku hanyalah Surya dan Surya. Entah beberapa hari ini dia menghilang, tidak ada yang tau pasti keberadaanya.
"Sayang.."
kata itu menyadarkanku dari lamunanku. Aku melihat cinta yang tulus dari mata Kak Dinata. Tapi aku tak sanggup membohonginya semakin lama. Aku terperangkan dalam sebuah kata cinta. Walaupun aku berusaha sekuat tenagaku untuk mencintainya, aku tak mampu. Karena dipikiranku hanyalah Surya.
"Akhir-akhir ini kakak liat kamu diem-diem aja, kakak ada salah ya sama kamu? "
"Enggak kok kak, aku gak kenapa-kenapa. aku cuma mikir, kakak itu terlalu baik untuk Aku. Aku beruntung memiliki kakak. "
aku terpkasa harus berbohong pada Kak Dinata, aku tak sanggup jujur padanya. Semakin lama aku semakin tersiksa dengan keadaan ini.
"Kak, aku mau ngomong dong"
"Kenapa Meira sayang? "
tatapan itu penuh dengan harapan, aku semakin tidak tega padanya. Tapi aku harus jujur karna aku tidak mau membuatnya semakin terluka karenaku.
"Kak, maaf aku selama ini sudah bohong sama kakak, aku tau setelah ini kakak akan sangat marah padaku bahkan membenciku. Tapi semakin aku mencoba semakin aku tak sanggup kak"
"Kenapa sayang? Kakak semakim tidak paham maksudmu! "
"Maaf kak, hubungan kita cukup sampai di sini saja! Maaf kak! "
"tapi.... "
"Kak, aku tau kakak akan terluka, tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri. Ini masalah hati dan perasaan dan hatiku telah memilih pria lain kak. "
"Aku gak tau harus bilang apa lagi ke kamu Dik, yang aku tau hatiku bener-bener hancur sekarang. "
"Aku yakin kakak akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dari aku kak. Kakak terlalu baik untuk aku, aku tak sanggup bohongin kakak lama-lama"
"Aku ngerti dik, hati tak bisa dipaksakan. Aku berharap kamu bahagia dengan lelaki yang kamu cintai ya dik"
***
Setelah itu aku dan Kak Dinata masih tetap sebagai kakak adik. Aku kembali merasakan kebosanan yang luar biasa. Tidak ada semangat yang nampak di wajahku.
"Lo galau mulu, gak asik ah! "
"ya mau gimana lagi, lo kan tau hoby gue cuma melamun"
"Alah lamunan lo tu gak ada habisnya ya, apaan sih yang lo pikirin, gak bosen apa? "
"Kamu itu kepo Prita! Udah aahh kita ke kelas yuk! "
-------------
"Ya elah, males banget gue ketemu lo, hahahaha"
"Surya!!!!!! Kamu kemana aja, tumben nongol di hadapan gue?? "
"Hahahaha nah kalo begimi ceritanya, kamu pasti kangen nih sama aku! ternyata ada juga yang kangen sama aku!
"Eehh.. gak usah ke GR-an deh jadi orang, siapa juga yang kangen lo, jijik gua! "
"huuhh"
Entah dari mana rasa bahagia ini muncul, yang jelas aku merasakan hidupku cerah kembali. Tanpa aku sadari kalau aku ternyata jatuh cinta pada Surya. Aku membagi kebahagiaanku ini pada sahabatku Prita. Prita sangat mendukung aku karena dia tau bahwa kami saling mencintai. Kini aku dan Surya hampir tiap hari selalu bersama. Berangkat bareng, istirahat bareng dan pulangpun bareng. Walaupun kami tak pernah bisa akur tapi aku bahagia. Kami menyembunyikan perasaan kami satu sama lain. Gengsi diantara kami begitu besar.
***
Sekolahku akan mengadakan kemah Pramuka di luar kota. Aku, Prita dan Surya terpilih untuk mengikuti kemah tersebut untuk mewakili sekolahku. Bukan hanya sekedar kemah biasa tapi ini adalah sebuah perlombaan yang di ikuti oleh sekolah-sekolah lainnya. Berbagai persiapan kami lakukan di sekolah, hingga akhirnya aku jatuh sakit Karena terlalu capek. Aku terlalu memporsir tenagaku untuk kegiatan itu. Akhirnya orang tuaku tak mengizinkanku untuk ikut kemah tersebut.
Aku sedih karena aku tak bisa ikut kemah, selain itu hal yang paling membuatku sedih yaitu aku tak bisa ketemu surya selama sepuluh hari.
dingdong...
Prita datang menjengukku dan membawa sebuah surat dari Surya, karena memang di zamanku Handphone belum begitu menjamur.
"iiihh kamu ngapain sih sakit? makanya jaga kondisi dong, kan gue jadi kangen gak bisa ejek lo, hehee... cepet sembuh ya Meira, ingat jaga kondisi, inget minum obat, inget makan, tunggu aku di sekolah.. janji??
Surya...
Pertama kali aku merasakan perhatian Surya, walaupun sederhana tapi bagiku penuh dengan makna.
Selang dua hari, kondisiku mulai membaik. Namun, ayahku membawa kabar buruk bagiku. Ayahku dipindah tugaskan keluar kota, dan aku harus ikut ayah pindah ke sana. Sungguh perkataan ayah merobek-robek hatiku! Ingin rasanya aku teriak sekencang-kencangnya! Aku mengurung diriku dikamar, ayah dan ibu berusaha menenangkan aku. Ini adalah takdir yang harus aku lalui. Aku tak menyangka bahwa hari itu adalah pertemuan terahirku dengan Surya. Aku kehilangan segalanya, sahabatku Prita dan cintaku Surya.
Aku bingung, bagaimana cara aku mengabari Surya tentang ini dan sahabatku Prita. Seharusnya aku senang mendengar kabar dari ayahku karena di sekolah yang baru aku akan kembali berkumpul dengan teman-teman lamaku tapi hati ini tak dapat berbohong, aku tak sanggup menjalani semua ini.
***
Setahun sudah perpisahanku dengan Surya. Kisah cintaku tak sempat kusampaikan pada Surya begitu sebaliknya. Aku mendengar dari sahabatku Prita, bahwa setelah dia tau aku pindah sekolah, Surya selalu murung di kelas. Surya tak seceria dulu. sebenarnya aku sedih mendengarnya, tapi ini adalah jalan yang harus di lalui, aku percaya jika dia memang jodohku, suatu saat tuhan akan mempertemukanku di lain hari.
Dan aku sekarang lebih sering menghabiskan waktuku untuk duduk di tepi pantai, menikmati senja yang begitu indah. Karena dengan cara ini aku bisa sedikit mengurangi rasa rinduku padanya.
Aku selalu berharap, bahwa suatu saat aku akan bertemu dengannya lagi, tapi itu hanya sebuah ilusi belaka. Tak seperti senja yang kehadirannya selalu bisa di nanti, tapi Surya? hhm.. mungkin hanya sebuah mimpi.
"Meira, kamu penghianat!"
suara yang tak asing lagi di telingaku,apakah aku bermimpi? benar saja itu adalah suara Surya.
"Surya!!!! "
"Kamu tega ninggalin aku, kamu jahat! aku benci kamu Meira"
"Surya maafin aku, aku tak bermaksud apa-apa! "
"Kamu tega membiarkan aku mencarimu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan, kamu jahat Meira!"
"Aku minta maaf surya!"
karena yang aku tau saat itu hanyalah kata maaf, Hati Surya terlalu sakit, hingga sulit untuk memaafkan aku.
Surya pergi meninggalkanku sendiri. Aku tak bisa menyalahkan Surya begitu saja, dan aku juga tak bisa menyalahkan keadaan. Semua ini adalah salahku, salahku yang tak pernah mau jujur dari awal bahwa aku juga mencintai Surya. Gengsi yang begitu besar kini membuat aku tersiksa dalam batin.
Ternyata kisah cintaku tak semanis madu dan aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki, walaupun tak sempat aku ungkapkan rasa ini pada Surya tapi setidaknya aku bahagia melihat dia bahagia. Hidup itu tak hanya tentang indahnya saja tapi hidup itu adalah sebuah cobaan yang harus di lalui menuju kedewasaan hidup.
*****
terahir kali aku mendengar bahwa Surya telah menikah dengan sahabatku. Ini adalah kisah cinta di masa lampau.
The end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar